Tampilkan postingan dengan label sederhana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sederhana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Juli 2014

Retak Kemala

*terinspirasi dari mereka yang tegar
Kata-ku malaikat, kata-mu iblis
Ah, kontradiksi kita
Kata-ku musang, kau balas harimau
Ah, antonim wajar
Tahukah engkau, asal kemala?
Kata-mu ‘aku sederhana, hanya dari entah’
Ibarat kemala, engkau dalam keras
Dalam teguh, tak goyah
Hanya lemah-ku dalam tegar sikap-mu
Ku tanya kembali ‘engkau sudah berdiri kokoh?’
'Aku dalam lelah-ku' jawab-mu
Dalam lelah, ada ronta pedih-mu
Sukma-mu letih, raga-mu tidak
Bak kemala retak, dari dimensi beda
Aku wajar, engkau tegar
Dalam teguh-mu, aku berbinar
Dalam kesalutan sangat
image
Depok, 29 Mei 2014, dalam hipokampus mengingat kemala

Dalam Diam

*terinspirasi dari diam dalam sendiri
Jikalau aku dalam malam
Lusuh sudah jemari-ku
Memantik singgasana durjana
Dalam diam, keluh kesah bertarung
Merajut sunyi sepi
Dalam diam, kuda berbaju musang
Berlari menipu sendiri
Gentar hadapi malam hampa
Dalam diam, ku pekik besar layak dalam penjara
Gradasi warna tak ku lihat lagi
Hitam dan putih, hanya
Ah, aku bersama diam, menyeret baut-baut yang kutanggalkan bersama angin
Gores-gores dalam, pahitnya
Dalam malam bermunajat
Sendiri dalam apa
image
Depok, 29 Mei 2014, dalam bilik-bilik diam