Tampilkan postingan dengan label sendu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sendu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Juli 2014

Tertikam

*terinspirasi dari efek endorfin
Celoteh dalam bait
Desahan malam
Curiga-ku dalam dimensi waktu
Wibawa berbalut malu
Dalam makna-makna semu
Ah, aku tertikam dalam asa
Resah berbaut harap
Ya! Aku tertikam dalam rasa
Asa, harap-ku merindu dia
Curahan dia, membalut rasa pedih-ku
Pertama kali, aku bahagia
Gundah gulana serasa gulali
Manis kata lidah-ku, memberi efek endorfin pada diri-ku
Ya, aku tertikam, tertikam dalam rindu pada dia
image
Depok, 29 Mei 2014, dalam tikaman rindu

Aku Siksa Rindu

*terinspirasi dari rindu
Ah, waktu berjalan demi bumi
Sendat-sendat temaram, fungsi-ku tak stabil
Hipokampus-ku menilik masa-mu
Jemari-mu dalam melodi lalu, gusarnya tingkah laku
Aku siksa saja kau dengan rindu!
Teriak-mu dalam angin
Membisik dalam gendang telinga-ku
Ah, aku siksa saja kau dengan rindu!
Biar saja mereka tidak tahu
Hujam-ku dalam melodi lalu
Aku tanya ‘engkau nelangsa?’
Kau jawab lain ‘Ya, aku dalam rindu!’
Ah, ku kuliti rasa dalam sukma
Biar aku tahu semua itu hanya tentang rindu
Rindu dalam semu
image
Depok, 26 Mei 2014, dalam semilir angin

Hey, Gadis Tanpa Nama

*terinspirasi ketika gerimis 
Sajak-sajak mungkin, melambai pada gadis
Ah, aku menilik, dia membelakangi
Dawai-dawai sendu, gitar kaku, panggil dia!
Sudah saja, fantasi, rindu kepalang
Pekik hujan terdengar sayup, aku dan gadis
Gemuruh meronta, air matanya menyatu dengan pekik dan deru hujan
Gusar, miris, ku laju langkah cepat
Gersang hatinya, layak curahan hujan reda
Tangan-tangan kaku dia, ingat saja, giling asa
Hilir jumpa, atap-atap kelabu, setapak, ya semu!
Kugulung secercah asa, jemput kelu tapi
Sudah kepalang, gadis memalingkan wajah bulat
Aku, hanya bertepi sepi, gadis tanpa nama
Ya, aku tak mendapatinya, gadis tanpa nostalgia