Rabu, 13 April 2011

ANALISIS WAWANCARA SIR TIMOTHY BERNERS-LEE: FATHER OF THE WORLD WIDE WEB TERKAIT PRIBADI, PRODUK, PROSES, AND PRESS



A. PRIBADI KREATIF

1. Berpikir Divergen
Tim-Lee mempunyai insiatif dalam melihat peluang yaitu ketika ia melihat program komputer sebagai sebuah tempat penyimpanan data layaknya sebuah struktur sebuah pohon dan kumpulan dari matriks. Quote: the interesting about computer about computer programs at that point is they were good at storing things in tree structures and in matrices,...” Ia bisa melihat sebuah peluang bahwa ia harus membuat sesuatu yang sesuai dengan perubahan dan gadget yang berkembang pada saat itu. Ia juga tidak mau menyerah dengan sebuah keadaan sulit yang membuatnya harus berpikir keras, namun ia berhasil melakukan sebuah “pendobrak” dan menjadi sebuah hal yang berbeda. Ia juga berusaha membuat sebuah hal yang baru yang dapat menjadi hal bersama yang dapat diaplikasikan sebagai sebuah konsep integral terhadap yang ia kerjakan. Quote-nya“ computers changed....so there was frustation that data about these systems was available, but you had log on to particular machine..so there wa a mixture, a confluence idea, I suppose the need for a collaborative environment. I wanted something like Enquire, but where everybody could play, so that people working together could design somethingin a common shared space. Ia bisa melihat peluang bahwa sebuah hal dapat dipengaruhi dengan situasi yang rumit di sekitarnya, misalnya politik, dapat mengganggu hal-hal yang terkait dengan sesuatu yang ingin dikembangkannya sebagai produk yang kreatif. Quote-nya “the computers at CERN started to be connected..., eventhough, politically, it was proper to use the internet early on at CERN.”


2. Inovator
Ia membuat dan mengubah monitor dari sebuah TV dimana pengatur frekuensinya rusak menjadi monitor untuk komputernya. Dari sebuah hal yang sederhana dan dimulai dari proses kreatif ia mampu membuat suatu hal yang sudah tidak berguna menjadi hal yang bermanfaat. Tanpa mengeluarkan banyak biaya, ia mampu mengubahnya menjadi hal yang berharga lebih dibanding nilai awalnya. Quote-nya“in the sawmili, there was a big dumpster..., I had the dream that I could putting the rows button in calculator with a computer terminal. So I removed those, related theme with a QWERTY, put sort diode matriceon back to produce right code, so that gave me a keyboard...So I bought those, five pounds at time. My friends explained to me how all this valve circuity in the black and white televison worked,... so that you could use it as computer monitor.” Ia mampu mellihat peluang dan dari peluang tersebut muncul ide yang ia sendiri dapat membuat sebuah produk yang kreatif yaitu sebuah keyboard untuk komputernya yang ia beri label QWERTY yang berasal dari idenya menggabungkan sebuah terminal komputer dengan tombol-tombol kalkulator tua yang mempunyai kolom-kolom tombol.

3. Terbuka dengan pengalaman baru
Ciri manusia kreatif yang lain adalah terbuka pada pengalaman baru. Bagi Tim, tantangan adalah bagaimana seseorang bisa melakukan ssuatu lebih baik dalam sebuah grup. Inilah yang mendasari web yang didesainnya dibuat secara orisinal. Ia ingin web tersebut dapat menjadi sebuah hal yang dapat membuat individu untuk bekerja sama, mendesain sesuatu bersama.

4. Inventor
Tim adalah seorang inventor. Kenapa? Ia telah membuat sebuah produk yang sangat berguna dalam hal pengaksesan informasi di dunia maya. Ia berhasil menciptakan World Wide Web yang sangat esensial dalam perkembangan teknologi baik itu informasi, maupun dari segi komponen internet sendiri. Dengan menggunakan WWW ini begitu World Wide Web disingkat telah memudahkan manusia mengembangkan segala aspek kehidupan. Segala hal tentang dunia ataupun hal bersifat mikro sekalipun dapat diakses melalui produk ini.

Web adalah network of people. Ketika seseorang mempublish sebuah post. Post itu ditulis oleh seseorang dan juga akan dibaca oleh orang. Bagi Tim, web adalah humanity interconnected. Link yang ada di web pun digunakan karena seseorang ingin mencari informasi yang relevan dengan apa yang diketahuinya.
Pada tahun 1991-1992, Tim membuat pilihan antara menulis beberapa kode untuk produknya ataupun mempersuasi bebarapa orang untuk menulis beberapa kode atau beberapa dokumentasi, atau mempersuasi seseorang untuk menulis beberapa dokumentasi, atau pergi dan memberi pembicaraan yang bersifat motivasi.

5. Enterpeuner
Tim sendiri mengaku ia bukanlah seorang enterpreuner yang baik dan ia mengaku ia tidak bisa menjadi kaya. Menurutnya hal yang lebih dipentingkan dalam web adalah whole ethos. Di dalam sebuah web orang bisa men-share informasi ke pihak yang lain, sharing idea baru, berkomunikasi dengan manusia seantero bumi yang paa akhirnya akan membuat desain sistem yang baik bagi web itu sendiri karena dengan sendirinya menjadi hal yang sangat berguna bagi seluruh manusia.Inti dari whole ethos sendiri adalah sharing.

Bagi Tim apabila semua orang senang dengan share tentang diri mereka masing-masing dan bahkan mempunyai halaman web pribadi, itu lebih menyenangkan karena semua manusia melakukan kegiatan yang dapat menyenangkan diri mereka sendiri dengan berbagi hal yang disukai kepada orang lain.

B. PROSES KREATIF
Menurut Tim, proses kreatif tidak bisa didapatkan hanya sekejap. Namun, dipelajari dan diperoleh melalui proses yang panjang. Ia berpendapat, kita memang bisa memikirkan banyak hal di dunia tetapi apabila terlalu lebar dan terlalu luas maka kita tidak akan mendapatkan banyak. Dia mencotohkan bahwa membuat resep mudah, mensejajarkan mobil di parkiran secara linear memang tampak lebih mudah namun mencoba sesuatu yang baru adalah satu hal yang jelas berbeda. Ia menekankan bahwa segala sesuatu itu mengalir apa adanya. Mengalir dalam artian yang bukan hanya mengawang saja namun apabila kita memkirkan sesuatu hal yang berbeda dan semuanya terkumpul di pikiran hingga mencapai tingkatan yang kompleks. Ia menanmbahkan bahwa ide yang ketika didapatkan tubuh merespon perkataan seperti “ AHA” atau “EUREKA”, menurutnya meskipun banyak yang bilang Archimedes mendapatkan hukum Archimedes ketika ia duduk di kamar mandi dan tiba-tiba ide itu muncul, sebagai suatu yang salah. Ide-ide tersebut sebenarnya telah dipikirkan oleh Archimedes jauh sebelum adanya respon “AHA” tadi. Jadi, kreatif proses yang ia tekankan adalah melalui pengalaman seseorang dalam menjalankan ide awalnya yang baru itu akan membawanya kepada sesuatu yang disebut integral dari ide-idenya dengan respon “AHA.”


1. PERSIAPAN
Persiapan dapat bersifat jangka pendek dan jangka panjang. Tim-Lee mendapat dukungan pendidikan dari orang tua dan dua gurunya. Orang tuanya adalah matematikawan. Di keluarganya selalu diajarkan berbagai aspek matematika dalam berbagai kegiatan di dalam rumah. Seperti dalam membuat puding, orang tuanya menjelaskan kalkulasi puding tersebut. Sewaktu ia duduk di sekolah dasar, ia sudah bisa mengotak-atik sebuah transistor menjadi yang rusak menjadi sebuah sirkuit untuk sebuah kereta mainan. Ini membuktikan bahwa logika yang direpresentasikan olehnya juga berasal dari hal kreatif yang ingin ia lakukan terhadap sesuatu benda atau hal. Pada tahun 1976, ia sudah dapa membangun logika dengan pengalaman-pengalaman yang ia dapatkan. Ia juga berpendapat bahwa pengalaman tersebut merupakan kontinuitas pendidikan. Ia membuat komputer dengan versinya sendiri, yang mempunyai 64 karakter garis. Hal ini membuat ia berpikir bahwa tanpa adanya pengetahuan akan bagaimana sejarah sebuah komputer diciptakan maka ia tidak akan bisa tahu bagaimana sebuah komputer bekerja. Hal ini pula yang membuat ia dapat membuat komputer hasil proses kreatifnya. Ia juga mendapat dukungan dan pelajaran dari orang di lingkungannya yaitu Ben Siegel yang membantu ia untuk mengetahui apa saja masalah yang terjadi dan ia pun menganalisisnya dengan baik. Gurunya juga berperan dalam pengembangan dirinya menjadi pribadi kreatif ini. Quote-nya: “Later, as I went through high school, then I came across a couple of teachers who were also great: Daffy Parnee, who taught chemistry; Frank Guddy, who taught math. Both excited,...” Mereka( guru dan orang tua) menjadi role model yang paling baik baginya dalam mengembangkan kreativitasnya.

2. INKUBASI
Ketika ia remaja, ia suka membaca hal-hal yang bersifat science-fiction. Ia mendapat masalah pada saat membaca novel yang bergenre dengan hal tersebut. Suatu ketika ia mendapat masalah, sewaktu ia tidak bisa berhenti membaca novel tersebut sampai pagi berikutnya. Di samping hal itu, hal lain yang juga disukainya adalah berada di lingkungan luar(terbuka), perjalanan mendaki gunung dengan teman-temannya. Ia telah berpetualang melewati pegunungan di Inggris, Wales, dan Skotlandia.

3. ILUMINASI
Munculnya gagasan tentang peminatan tentang elektonik ini sebenarnya telah ditanamkan oleh orang tuanya sejak kecil. Terbukti ketika ia berumur 5 tahun, ia diajak oleh Ayahnya pergi ke kantornya. Di sana ia melihat sebuah jam di dinding di sebuah kabinet(lemari). Di sana lah muncul gagasan tentang komputer baginya. Setibanya di rumah ia mengambil jam yang tergantung di dinding rumahnya dan meletakkan jam tersebut di atas lemari dan ia menganggapnya sebagai komputer pertamanya. Setelah itu berbagai dukungan lingkungan, mengarahkan minatnya terhadap elektronik dengan mempelajari matematika dan fisika. Menurut Tim, matematika berfungsi sebagai penyusun logika dalam menyusun sebuah konsepsi tentang sesuatu hal. Ini dibuktikan ketika ia berangkat ke sekolahnya menggunakan kereta, ia membeli sebuah transmitor yang kemudian diubahnya menjadi sebuah sirkuit untuk kereta mainannya. Ia juga mengarahkan minatnya untuk mendukung gagasannya tersebut dengan mempelajari fisika. Namun pada akhirnya ketika ia menkombinasikan matematika dan fisika, ia menemukan bahwa keadua hal tersebut adalah kedua hal yang berbeda. Quote-nya: The mathemathics and physics, both them were something completely different, I realized. The philosophy of physics is different, and I think physics is pretty special.” Fisika menurutnya membuat dirinya dapat memikirkan banyak hal dalam hal-hal yang berbeda dan ia dapat menemukan relasi antara hubungan makroskopis dan mikroskopis. Terdapat perbedaan dalam kedua hal ini. Mikroskopis berfungsi dalam aturan-aturan dari sifat-sifat atom, sedangkan makroskopis berfungsi dalam sifat dari semuanya secara keseluruhan. Perbedaan tersebut sangat krusial dalam hubungan cara mikroskopis yang di dalam hubungan tersebut 2 komputer berinteraksi over the network dan dalam hubungan perilaku keselruhan dari sebuah web. Inilah yang membuat ia ingin memunculkan sesuatu konsep tentang komputer yang dimulai dari minatnya dengan fisika. Begitu juga dengan matematika. Kedua ilmu ini membantu dia untuk memunculkan konsepsi gagasannya tentang web tersebut.

4. VERIFIKASI
Gagasan web tersebut memang baik di beberapa aspek. Namun, di segi aspek pembauran kebudayaan memang sangat riskan. Web memang menyajikan semua informasi yang dibutuhkan oleh manusia tetapi di sisi lain dapat menyebabkan penanaman kebudayaan tertentu di sebuah bangsa seperti McDonald culture. Web memang merupakan humanity interconnected, namun pertukaran informasi dari bangsa yang upper class ke lower class akan menyebabkan penyerapan informasi oleh lower class secara general saja. Mereka menganggap suatu budaya adalah fine diterima di daerah mereka. Mereka tidak menerimanya secara spesifik dan tidak mengetahui dampak negatif yang ada dalam pembauran budaya tersebut. Tim sendiri menyadari hal seperti ini, namun sebenarnya tujuan dari pendirian web ini sangat obyektif karena ia ingin semua manusia terkoneksi dengan manusia lain tidak terbatas jarak, tempat, dan keadaan waktu. Penemuan produk kreatif(web) ini juga berfungsi bagi orang lain sebagai tempat share. Hal ini sesuai dengan whole ethos dalam mendirikan web ini bagi Tim sendiri. Jadi, whole ethos dari web adalah share.

5. EKPLOITASI
Web sudah menjadi sebuah komersialitas atau sebuah produk daya guna dan memberikan profit bagi Tim. Web memang sangat berguna bagi kehidupan manusia dalam hal asupan dan penagakuisisian informasi. Seiring berkembangnya zaman, manusia semakin menuju ke arah yang lebih progresif mengembangkan kebudayaannya. Mereka tidak lagi menggunakan alat tradisional dalam berkomunikasi. Web dijadikan berbagai macam keperluan, baik itu penjualan atau promosi produk manusia, tempat berkumpul atau berkomunikasi, ataupun tempat mencari sebuah kebutuhan yang bersifat jasmani atau rohani. Dan masih banyak fungsi yang lain yang menjadikan web sebagai barang yang berdaya guna dan mempunyai nilai ekonomis serta membutuhkan usaha untuk membangunnya( pembelian komponen alat-alat operasionalnya).

C. PRODUK KREATIF

1. Baru
Ia mampu membuat inovasi yang kreatif yaitu dengan membuat program yang dapat membuat semua orang dapat mengakses informasi di Internet melalui sebuah bacaan dengan format yang dibuatnya yaitu HTML. Web adalah hal yang sama sekali baru dalam dunia internet pada saat pembuatan oleh Tim.


2. Berguna
Web dijadikan suatu informasi yang beperan sebagai half-form ideas untuk semua manusia. Half-form ideas ini dapat membantu penggeneralisasian sejumlah informasi. Hal ini bisa dicontohkan dengan pengaksesan informasi seperti pengetahuan tentang AIDS dan bagian dari pengetahuan tentang kanker. Kebergunaan dan akses akan sebuah informasi membuat manusia semakin kaya akan ilmu pengetahuan yang akan berdampak positif terhadap kemajuan budayanya. Hal ini juga berperan dalam memacu kreativitas manusia lain dalam mengembangkan sesuatu selain web.

3. Berbeda
World Wide Web jelas sesuatu yang sangat berbeda dan merupakan salah satu produk yang mengubah wajah dunia. Dengan penyampaian informasi dengan cara yang berbeda yaitu dengan text HTML, membuat manusia dapat mengartikan atau membaca konten web yang sebenarnya adalah kumpulan kode-kode yang rumit dan berbentuk matriks. Oleh Tim, pada awalnya berupa kode-kode yang disinkronkan dan diaplikasikan ke komputer lewat jaringan internet dengan berbagai pengalaman yang ia dapatkan baik itu lewat pendidikan ataupun selama ia bekerja di bidang komputer. Ide kreatifnya membuat sesuatu yang sang berpengaruh.

C. PRESS

Budaya mentransmit informasi kepada seorang individu di dalam sebuah lingkungan. Kemudian person merespon hal tersebut sebagai pengalaman baru. Pengalaman baru tersebut di-sharing dalam lingkungan sosial atau society. Kemudian semua hal tersebut menghasilkan sebuah novelty.

Dalam hal ini kita melihat Tim sebagai person yang mendapat pegalaman baru dari lingkungannya sejak ia kecil. Pengalaman tersebut dihasilkan dari kebudayaan sebelumnya. Kemudian dengan pengalaman dengan melakukan proses belajar baik itu bersifat formal (pendidikan di sekolah formal), maupun pendidikan non formal( didikan orang tuanya). Ia mendapatkan sesuatu yang baru tersebut dan mencoba membuat sesuatu dengan pengalaman yang didapatkan sebelumnya. Tim kecil sudah mencoba mengotak-atik sebuah transmitor mejadi sebuah sirkuit untuk kereta mainannya. Ia juga menjadikan jam dinding yang terletak di atas kabinet sebagai komputer petamanya. Ia merangkum ide-idenya berdasarkan pengalaman.

Di lingkungan sosialnya, ia memperkenalkan hasil produk kreatifnya tersebut yaitu world wide web. Society meresponnya sebagai suatu hal yang baru dan kemudian diterima. Setelah terjadi penerimaan oleh society tersebut, kemudian proses itu dilakukan secara terus menerus dan pada akhirnya menjadi sebuah kebudayaan. Dan akan menjadi kebudayaan berikutnya yang dijadikan acuan masyarakat berikutnya untuk menghasilkan sesuatu yang baru lagi. Jadi, hal ini diagambarkan dan berlangsung seperti sebuah circle dan akan berulang selama kebudayaan tersebut masih ada.
Menurut Ciktzenmihaly’s system model, kreativitas disusun dari tiga hal di atas. Proses kreatifitas tidak berhenti karena berlangsung terus sesuai dengan circle dari tiga hal tersebut.

Di dalam wawancara, hal ini juga dicontohkan dalam sebuah computer scientist society atau komunitas saintis komputer. Quote-nya “wherever they participate in the planet, to try not to do anything bad, to try to do good things. Achieve that first. I’m building the web. It’s a program, and also a web browser, or a web editor to talk to server. It allows you make links, but in fact, there is a social part to the design as well.” Pada awalnya mereka berpartisipasi di bumi ini, kemudian Tim membuat web tersebut dan diterima sebagai sesuatu yang baru( it’s a program) oleh para saintis. Selanjutnya, mereka menggunakan web tersebut untuk berkomunikasi dan lainnya. Dan faktanya, web menjadi social part atau menjadi bagian dari sebuah kebudayaan ( konteks sosial) dalam komunitas saintis komputer tersebut.







DAFTAR PUSTAKA

http://www.achievement.org/autocod/printmember/berlint-1
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Follow by Email