Rabu, 13 April 2011

Komentar tentang naskah Oidipus sang Raja ini



Kisah Oidipus ini sangat menarik bagi saya untuk dibaca dan dipraktekkan atau dibawakan di atas panggung. Meskipun saya bukan orang perfilman atau orang yang ekspert dengan dunia keteateran, saya bisa melihat bahwa naskah ini sangat relevan untuk dikembangkan bahkan diimprovisasi. Bukan manusia namanya jika tidak bisa mengimprovisasi sesuatu. Dalam naskah ini bisa saja kita menambahkan adegan bahwa sang Oidipus tidak jadi menikahi Ibunya namun tetap membunuh ayahnya. Alur ceritanya pun bisa jadi berubah.
Pengalaman pertama saya berteater dulu sewaktu masa SMA, saya lebih suka tidak membaca naskah dalam memeragakan dan mempraktekan sesuai dengan peran yang saya dapatkan. Cara berteater yang disebut teater konvensional atau tradisional tersebut lebih saya sukai dibandingkan membaca naskah yang sudah disediakan. Sebagai contoh pada naskah Oidipus sang Raja. Saya mungkin tidak terlalu bisa menghafalkan semua naskahnya namun jika ada improvisasi dari saya sendiri itu akan membuat saya kana mendapatkan sebuah insight yang bagus. Dalam Oidipus sang Raja ini, saya tertarik dengan takdir bahwa sang Oidipus tersebut mempunyai takdir harus membunuh ayahnya sendiri dan harus menikahi Ibunya sendiri. Ketertarikan saya bukannya tanpa dasar, bagi saya itu adalah sebuah polemic bagi sang Oidipus sendiri, bahwa ia harus menerima takdir seperti itu. Dalam bidang yang saya tekuni, yaitu sesuai dengan jurusan yang saya geluti di Universitas Indonesia ini, Fakultas Psikologi, saya berpendapat bahwa ia seperti mengalami konflik batin dalam dirinya yang membuat ia ragu atas tindakan dan pandangan serta rencananya ke depan. Apakah hal atau takdir tersebut memang akan terjadi atau apakah ia akan menerima begitu saja takdir bahwa ia harus berbuat seperti di atas. Naskah ini juga mengandung makna filosofis serta makna sejarah yang ditambahkan dalam setiap episodenya. Bagaiman sang penulis memasukkan tokoh-tokoh mitos pada zaman Yunani Kuno seperti para dewa-dewa yang dipercayai rakyat Yunani sendiri.
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Follow by Email