Kamis, 23 Juni 2011

TUGAS ETIKA MY KEEPER'S SISTER (TUGAS MAKALAH 2011 FAKULTAS PSIKOLOGI UI )

APLIKASI TOKOH dalam FILM MY SISTER’S KEEPER TERKAIT dengan TEORI ETIKA


A. Sekilas Sinopis

Film My Sister’s Keeper di satu sisi Kate membutuhkan bantuan dari adiknya dan di satu sisi eksistensialisme dari adiknya yang dari kecil sudah menjadi target untuk pendonoran ginjal untuk Kate sendiri, yaitu Anna, juga terusik. Seorang manusia pasti mempunyai tujuan dilahirkan ke dunia ini. Anna yang lahir lewat proses bayi tabung yang merupakan rencana jangka panjang Ibunya karena Kate, kakaknya, menderita leukimia tingkat akut. Ia diproyeksikan oleh Ibunya sejak ia lahir untuk menjadi pendonor bagian tubuh yang dibutuhkan untuk kakaknya. Hal ini disebabkan semua ginjal yang ada di keluarga Kate tidak ada yang cocok dengan ginjal Kate. Apabila ginjal tidak cocok maka ginjal tersebut tidak bisa diberi donor oleh orang lain. Kemudian Ibunya Kate, Sara, berkonsultasi dengan dokter cara apa yang harus dilakukan olehnya untuk mengobati anaknya agar tetap bisa survive. Lalu, dokter menganjurkan agar ia agar melakukan proses rekayasa genetika agar mendapat kromosom ginjal yang cocok untuk Kate. Hal ini disetujui oleh Sara, bagaimana pun, apa pun akan ia lakukan agar Kate bisa selamat. Berjalanlah proses bayi tabung tersebut.
Kemudian lahirlah Anna. Dari kecil ia selalu menyumbangkan darahnya untuk Kate karena ia juga sangat membutuhkan donor darah yang cocok. Lambat laun, kondisi Kate semakin parah dan akut. Dokter memvonis umurnya tidak akan bertahan lama. Cara agar tetap bisa bertahan setidaknya untuk menunda umur kematian Kate adalah dengan proses pencangkokan ginjal dan pendonoran ginjal. Dan, Ibunya mendesak Anna agar menyumbangkan satu ginjalnya untuk Kate. Anna yang tujuan awal oleh Ibunya adalah sebagai pendonor ginjal yang cocok bagi Ibunya menolak mendonorkan satu ginjalnya karena ia merasa tidak akan bisa melakukan hal yang biasa dilakukan teman-temannya. Ia takut kelak ia akan sakit karena hanya punya satu ginjal, ia takut di kemudan hari ia tidak bisa bercanda tawa seperti remaja biasanya karena kehilangan satu ginjalnya yang diserahkan kepada kakaknya. Ia merasa tertekan dengan satu tuntutan Iunya tersebut. Satu hal yang baginya sangat mempengaruhi banyak hal. Ia merasa akan kehilangan segalanya apabila hal yang satu ini pada akhirnya diserahkan walaupun kepada kakaknya sendiri.

Waktu berjalan, Ayahnya sadar, ia merasa Anna juga berhak mendapat perlakuan yang sama dalam hak untuk hidup dan mempunyai hak atas organ tubuhnya. Dalam hal ini, memang benar yang dilakukan Anna. Hal ini berkaitan dengan eksistensialisme. Seorang manusia berhak menetukan kebebasan mereka sendiri. Apa yang mau mereka lakukan. Bagaimana ia akan hidup dalam lingkungan dan mengembangkan diri walau tak begitu serupa dengan orang lain. Ia berhak menentukan jalan mereka sendiri. Apalagi hak atas tubuhnya sendiri. Ia berhak mendapatkan hak atas tubuhnya walaupun individu lain mencoba mengambil haknya. Di sisi lain, ia juga berhak menentukan pilihan bahwa ia akan menyerahkan salah satu organnya atau tidak meyerahkan kepada orang lain.

Sesuai teori Deontology, Sara juga berhak bertujuan “melahirkan” Anna lewat proses bayi tabung untuk menyembuhkan Kate yang menderita leukimia. Dari segi teori ini Sara telah melakukan kewajibannya sebagai seorang Ibu, yaitu melakukan hal yang bisa ia lakukan untuk Kate agar ia bisa sembuh walaupun hanya sedikit mengurangi rentang waktu kematian Kate. Ia merelakan Anna, agar bisa mendonorkan ginjalnya agar Kate bisa sembuh. Dalam buku Etika karangan K. Bertens, menurut Kant, kehendak menjadi baik, jika bertindak karena kewajiban. Dalam film ini, Sara menunjukkan kepedulian dan tanggung jawabnya sebagai Ibu dan orang tua. Ia rela meninggalkan pekerjaannya demi mengurus Kate yang sakit. Ia rela melakukan hal apapun(dalam artian yang baik) agar Kate bisa sembuh secepatnya. Dalam hal ini Kate mengeluarkan segala kemampuannya untuk melakukan kewajibannya menjaga anak dan keluarga dengan sungguh-sungguh.

B. Terkait dengan Kebebasan

Anna, berhak menetukan bagaimana ia akan memperlakukan tubuhnya dan punya kendali atas tubuhnya sendiri. Dengan kata lain, ia mempunyai kebebasan fisik dalam hal mengendalikan dirinya dalam berbuat hal yang ingin ia lakukan. Kemana ia akan melangkahkan dirinya.

 Friedrich Schiller: “Manusia diciptakan bebas dan ia tetap bebas sekalipun ia terbelenggu.”
Setiap manusia juga mempunyai kebebasan psikologis. Pada awalnya sampai sebelum Kate belum meninggal, secara psikologis Anna sangat tertekan.

Dalam hal ini, ia sebenarnya mempunyai kebebasan psikologis yang mana ia berhak menentukan apa yang akan ia lakukan sesuai kehendaknya, dan apa yang akan ia kerjakan untuk mengembangkan serta mengarahkan kehidupannya. 
 Selama Ibunya mendesak agar ia mau mendonorkan ginjalnya untuk Kate, ia kemudian menggunakan kebebasan psikologisnya untuk menolak mendonorkan ginjalnya. Kemudian ia meminta perlindungan hukum agar mendapat hak yang jelas dan yudisial secara hukum. Ia menginginkan kebebasan dan hak atas organ tubuhnya walaupun Ibunya yang meminta untuk keperluan kakaknya, Kate. Setiap manusia memang mempunyai hak atas organ tubuhnya secara langsung. Bagaimana pun, Anna juga berhak mendapat perlakuan yang sama di mata hukum agar statusnya tidak didesak lagi oleh Ibunya.

Anna juga melakukan pilihan tidak mendonorkan ginjalnya karena ia tahu walaupun ia mendonorkan satu ginjalnya, tetap hanya akan memberikan sedikit perubahan dalam rentang waktu kematian Kate yang sudah divonis oleh dokter. Dalam hal ini, ia berhak menentukan pilihannya karena ia melihat kemungkinan yang kecil untuk Kate bisa sembuh. Ia membuat pilihan yang menurutnya benar. Walaupun mungkin bertentangan dengan hati nuraninya yang sangat ingin membantu kakaknya. Ia berpikir membantu kakaknya bukan dengan cara mendonorkan ginjal yang hanya memberikan sedikit kemungkinan untuk sembuh, namun dengan cara berada di samping kakaknya dan membantu merawat kakaknya.

DAFTAR PUSTAKA
Bertens, K. (2007). Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Picoult, Jodi. (2005). My Sister’s Keeper. Washington: Washington Square Press
Sinopsis Cerita dari:
http://yullu.blogspot.com/2010/06/my-sisters-keeper.html
http://wikipedia.org
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Follow by Email